Di Balik Anjloknya Harga Minyak Dunia

Tidak ada sumber energi yang mempengaruhi geopolitik selain minyak. Fluktuasi harga minyak mempengaruhi harga kebutuhan lain di dunia. Saat ini harga minyak dunia sedang anjlok dan menyentuh harga kisaran 30 US dollar per barrel. Mengapa hal ini dapat terjadi? Salah satu penyebabnya adalah shale gas yang sedang berkembang pesat di Amerika Serikat, Inggris, dan China. Keberadaan shale gas ini menyebabkan terjadinya over supply sumber energi sehingga harga minyak dunia menjadi turun.

Seperti dilansir dari http://www.oil-price.net, para ahli memprediksi keberadaan gas alam cair (LNG) akan memberikan porsi sebesar 50% pada perdagangan gas internasional di 2025. Namun, dengan penemuan shale gas di Amerika, Inggris dan China, perkiraan tersebut telah berubah karena dihasilkan triliunan kaki kubik gas dari sumber-sumber bawah tanah di daerah tersebut. Di Amerika Utara saja dapat dihasilkan shale gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar daerah tersebut setidaknya untuk 40 tahun berikutnya. Eropa juga diperkirakan memiliki jumlah sumber daya shale gas yang besar untuk digunakan di wilayah tersebut.

Shale gas merupakan salah satu energy baru, yaitu gas yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau lapisan batuan induk tempat terbentuknya gas bumi. Saat ini, untuk mendapatkan gas pada kedalaman 6.000 – 7.000 kaki (sekitar 2000an meter), cukup dilakukan dengan mendapatkan langsung batuan induknya (shale) yang berkualitas dan mengindikasikan gas, kemudian bor dan lakukan fracturing (melakukan perekahan lapisan batuan dengan pompa hidraulik yang bertekanan tinggi), dan produksi shale gas pun dapat dimulai. Shale gas merupakan bahan bakar fossil yang berasal dari tumbuhan, alga, dan lainnya. Shale gas sebagian besar tersusun atas metana (CH4).

 

Sejarah Singkat

Gas bumi pertama kali diekstraksi di Fredonia dari batuan induk Devonian shale di Apalachian Basin, Ohio pada tahun 1821. Produksi shale gas untuk industri baru dilakukan mulai 1970-an. Ketika itu Amerika Serikat mulai mengalami penurunan cadangan gas konvensional, yang memaksa negara itu untuk melakukan riset dan pengembangan baru. Tetapi dari serangkaian uji coba, pengeboran shale gas pada era 1980 tersebut masih kurang ekonomis. Baru pada tahun 1988, Mitchell Energi menemukan teknologi slick-water fracturing yang ekonomis.

aaaa

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Shale Gas?

Shale gas didapat dengan metode hydraulic fracturing (perekahan batuan dengan fluida bertekanan tinggi). Ini dilakukan karena batuan shale terbilang cukup padat dengan permeabilitas yang rendah sehingga minyak dan gas yang terkandung tidak dapat keluar (terperangkap di dalam). Cara untuk mengeluarkannya adalah membentuk patahan-patahan atau rekahan-rekahan pada lapisan batuan tersebut sehingga minyak dan gas dapat keluar. Rekahan dan patahan dibuat dengan cara pengeboran horizontal sepanjang lapisan shale dan mengalirkannya dengan fluida tekanan tinggi sehingga gas dan minyak akan keluar dari lapisan shale.

324234

sdfsdfsdfs

 

Bagaimana Potensi Shale Gas Indonesia?

Cadangan shale gas di Indonesia terbilang cukup melimpah. Indonesia memiliki cadangan shale gas sekitar 574 TCF (Trillion Cubic Feet) dari total cadangan dunia sebesar 6622 TCF. Cadangan Shale gas lebih besar dibandingkan CBM sekitar 453,3 TCF dan gas bumi 334,5 TCF. Kementerian ESDM sudah mengidentifikasi 7 wilayah cekungan (basin) yang memiliki cadangan shale gas. Wilayah tersebut yaitu Baong Shale, Telisa Shale, dan Gumai Shale di Sumatera, 2 cekungan di Jawa, 2 cekungan di Kalimantan dan 1 di Papua berupa klasafet formation.

Cadangan shale gas yang dimiliki Indonesia cukup besar, kandunganya diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri untuk jangka panjang. Indonesia akan mencoba meniru Amerika Serikat yang menargetkan berhenti melakukan impor minyak tahun 2014 dengan cara mendorong pengembangan shale gas. Kementerian ESDM juga sedang menyiapkan aturan hukum untuk memfasilitasi pengembangan shale gas, dan ditargetkan pengembangan shale gas bisa dimulai tahun ini.

 

Dampak Lingkungan

Emisi pembakaran shale gas memang terbilang lebih bersih dibandingkan batu bara dan minyak bumi, namun kekurangannya adalah jejak emisi metana yang terjadi saat fracturing dan drill. 3,6% – 7,9% metana terlepas ke atmosfer selama produksi berlangsung dan ini 30% hingga mungkin 2 kali lebih banyak daripada emisi produksi gas bumi konvensional. Metana adalah gas rumah kaca yang sangat kuat dengan potensi pemanasan global yang jauh lebih besar daripada karbondioksida. Perbaikan teknologi masih harus terus dilakukan untuk penyempurnaan produksi shale gas.

 

Potensi Energi Terbarukan di Tengah Penurunan Harga Minyak Dunia

Adanya penurunan harga minyak dunia, menjadikan perkembangan dan potensi ekonomis energi terbarukan menjadi pertimbangan bagi negara-negara di dunia. Saat ini ketakutan tengah melanda masyrakat timur tengah yang mayoritas devisa negaranya berasal dari ekspor minyak bumi. Cadangan minyak bumi timur tengah yang mulai menipis dan pengembangan shale gas di Amerika Serikat membuat mereka harus memutar otak untuk mendapatkan devisa selain dari minyak bumi. Di tengah banyaknya PHK karyawan perusahaan minyak dunia seperti Chevron, perekrutan ahli energi terbarukan akan semakin meningkat dan memiliki prospek yang bagus.

 

Referensi

http://esdm.go.id/berita/56-artikel/4288-menyongsong-era-shale-gas.html?tmpl=component&print=1&page

http://dasarforex.com/tutorial/mengapa-harga-minyak-dunia-cenderung-turun

http://www.emaritim.com/2015/03/negara-negara-penghasil-minyak-bumi.html

http://oxrep.oxfordjournals.org/content/27/1/117.abstract

Howarth, Robert W. 2011. Methane and the Greenhouse-Gas Footprint of Natural Gas from Shale Formations. Climatic Change. 106. 679-690.

Curtis, John B. 2002. Fractured shale-gas systems. AAPG Bulletin, v. 86, no. 11 (November 2002). 1921–1938.

Energy Essentials: A Guide to Shale Gas. Energy Institute

Natural Gas from Shale: How Shale Gas Produced?

http://energy.gov/sites/prod/files/2013/04/f0/how_is_shale_gas_produced.pdf

Shale Gas –A Global Perspective.

https://www.kpmg.com/Global/en/IssuesAndInsights/ArticlesPublications/Documents/shale-gas-global-perspective.pdf

 

Advertisements

One thought on “Di Balik Anjloknya Harga Minyak Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s